- Back to Home »
- Interaksi Masyarakat Dengan Tradisi Hindu-Budha
Posted by : rian rosita
Senin, 11 November 2013
INTERAKSI MASYARAKAT DI BERBAGAI DAERAH DENGAN TRADISI HINDU-BUDDHA
Secara geografis Indonesia terletak dilintas jalur perdagangan internasional melalui jalur laut yaitu India-Indonesia-Cina dan sebaliknya. Hal itu telah di mulai sejak abad pertama Masehi. Berdasarkan bukti-bukti temuan arkeologis, diperkirakan hubungan dagang antara indonesia dan India lebih dahulu berkembang daripada hubungan dagang anrata Indonesia dan Cina. Hal itu di sebabkan oleh hal-hal berikut ini
1. Diketahuinya angin musim yang baik untuk menyebrangi samudra
Hindia ke timur ( Indonesia) dan sebaliknya.
Gambar 1.1 Claudius Ptolomeus seorang
penulis yunani yang pernyataannya
tentang kekayaan hasil bumi Nusantara
mendorong kedatangan pada pedagang
ke Nusantara.
2. Sejak zaman purba Indonesia sudah terkenal dengan akan hasil bumi dan hasil tambangnya. Pada abad kedua Masehi, seorang penulis bangsa yunani bernama Claudius Ptolomeus telah mengatakan bahwa daerah Nusantara kaya dengan hasil beras, emas, perak, dan rempah-rempah. Semua itu merupakan faktor pendorong utama bagi pedagang India untuk merantau ke Indonesia dengan harapan mem,peroleh keuntungan lebih.
Gambar 1.2 Peta Jalur Perdagangan Indonesia, Cina, dan India
Hubungan dagang antara Indonesia dan India mengakibatkan masuknya pengaruh budaya India ke Indonesia, baik pengaruh Hindu maupun Budha. Oleh karena itu pusat-pusat peradaban Hindu-Budha banyak ditemukan di wilayah Indonesia yang menjadi bagian dari jalur perdagangan kuno antara Cina dan India.
Pada awalnya jalur perdagangan antara India dan Cina melewati Selat Malaka namun ada juga di antara mereka yang menyusuri sepanjang pantai Pulau Sumatra, Pantai Utara Jawa, pantai Timur Kalimantan dan terus ke Cina. Kawasan yang dilalui jalur perdagangan internasional seperti Sumatera, Jawa, Bali dan sebagian Kalimantan mempunyai kegiatan perdagangan yang ramai sehingga mengakibatkan kebudayaan Hindu-Budha yang tumbuh dengan subur kawasan tersebut.
Agama Budha diperkirakan masuk ke Indonesia sejak abad kedua masehi dengan bukti ditemukannya patung dari perunggu di daerah Simpang Sulawesi Selatan, di Jember Jawa Timur dan di Bukit Siguntang Sumatera Selatan.
Ajaran agama Budha yag masuk ke Indonesia adalah aliran Mahayana yang berkembang pada masa Kerajaan Sriwijaya dan Mataram pada masa Dinasti Syailendra akan tetapi dalam perkembangannya terjadi percampuran antara agama Hindu dan Budha, khususnya di Jawa Timur tetapi ada pendapat yang mengatakan bahwa unsur budaya lama masih dominan dalam semua lapisan masyarakat.