Posted by : rian rosita Selasa, 12 November 2013

Hubungan perkembangan tradisi Hindu-Budha dengan perubahan struktur sosial masyarakat, pendidikan, kesenian, dan teknologi pada masa kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Budha di Indonesia
    Masuk dan berkembangnya pengaruh tradisi hindu membawa perubahan terhadap masyarakat di kepulauan Indonesia, yakni tampak pada susunan masyarakat Indonesia yang berdasarkan sistem kasta :
1. Brahmana yaitu golongan masyarakat yang terdiri atas kaum pendeta, raja dan pembesar kerajaan lainnya
2. Ksatriya yaitu golongan masyarakat yang terdiri atas para bangsawan dan prajurit atau tentara
3. Waisya yaitu golongan masyarakat yang terdiri atas para pedagang, petani, dan masyarakat biasa
4. Sudra yaitu golongan masyarakat yang terdiri atas para budak dan pekerja kasar
5. Paria yaitu golongan masyarakat yang terdiri atas penduduk pendatang dan oaringorang yang terkena hukuman karena melanggar aturan kasta
Penganut agama Hindu percaya pada banyak dewa (politeisme) yang tergabung kedalam Trimurti yaitu :
 Brahmana sebagai dewa pencipta alam semesta
 Wisnu sebagai dewa pemelihara alam semesta
 Siwa sebagai dewa perusak alam semesta

Menurut ajaran agama Budha orang yang ingin mencapai nirwana wajib menjalani hidup samsara (sengsara) dengan meninggalkan hidup kedunia dan memerangi hawa nafsu dalam ajaran agama budha terdapat empat kenyataan hidup yaitu :
1) Hidup adalah sengsara
2) Samsara di sebabkan oleh mengikuti hawa nafsu ingin menguasai dunia
3) Samsara dapat dihilangkan dengan cara memerangi hawa nafsu
4) Hawa nafsu dapat di hilangkan dengan cara menempuh delapan jalan kebenaran atau Dharma
Karena dalam ajaran budha dikenal adanya sistem kasta maka banyak masyarakat Indonesia yang berpindah menganut agama budha karena tidak memandang status sosial atau kedudukan seseorang dalam masyarakat.
Beberapa sumber sejarah menjeleskan tentang sistem dan proses pendidikan di Indonesia antara lain prasasti, candi, arca, kraton maupun naskah kuno. Beberapa pengaruh tradisi Hindu-Budha di Indonesia atara lain bentuk seni arsitektur seperti bangunan candi. Bangunan candi yang bercorak agama Budha di India umumnya berbentuk stupa,tetapi di Indonesia berbentuk punden berundak yang merupakan tempat tinggal para Hyang (nenek moyang). Candi sebagai tempat sementara dewa merupakan bangunan tiruan dari tempat yang sebenarnya,yaitu gunung mahameru selai itu biasanya candi juga di hiasi oleh berbagai hiasan dan pahatan seperti hiasan bunga teratai,hewan keramat,bidadari dan arca-arca dewa adalah khas alam Indonesia,selain candi Indonesia juga ditemukan bangunan kuil atau pura sebagai tempat peribadatan penganut agama Hindu.
Pada masa pengaruh tradisi Hindu-Budha teknik bercocok tanam masih dilakukan secara sederhana seperti berladang yang dilakukan secara berpindah-pindah tempat dan dikerjakan dengan peralatan yang sederhana.
Dalam bidang teknologi pengangkutan terjadi perubahan dan perkembangan dari waktu ke waktu, sejalan dengan perkembangan IPTEK yang dikuasai oleh masyarakat.
F. Faktor-faktor Penyebab Runtuhnya Kerajaan-Kerajaan Bercorak Hindu-Budha.
Memasuki abad ke-15 M,Kerajaan Majapahit dan Kerajaan-Kerajaan yang bercorak Hindu-Budha mulai mengalami kemunduran.yang disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah karena terdesak dan terkalahkan oleh kemajuan yang dicapai oleh kesultanan-kesultanan yang bercorak islam. Selain itu terjadi pula perang saudara di Majapahit yang menyebabkan kekuatan Majapahit menjadi lemah dan terpecah, dalam situasi seperti ini pengawasan pemerintahan pusat kepada raja daerah menjadi longgar sehingga memicu raja-raja di daerah menyusun kekuatan sendiri, berhubungan dengan negara lain, mencari pertuanan baru, dan selanjutnya melepaskan diri.
Perkembangan agama Islam juga ikut mempercepat keruntuhan Majapahit karena raja-raja bawahan telah memeluk agama Islam yang kemudian berpaling dari Majapahit dan mencari pertuanan baru. Serta munculnya Malaka sebagai pusat perdagangan Islam yang menyebabkan Bandar Majapahit menjadi jarang dikunjungi oleh pedagang asing. Namun dengan runtuhnya Majapahit pada awal abad ke-16 M, Indonesia memasuki babakan baru, yaitu periode kesultanan-kesultanan yang bercorak Islam.
G. Tradisi Hindu-Budha di Dalam masyarakat Setelah Runtuhnya Kerajaan Hindu-Budha.Pada awalnya tradisi Hindu-Budha hanya dikenal dikalangan Keraton. Namun tradisi itu lambat laun masuk ke desa-desa dan bertemu dengan kepercayaan asli masyarakat yang memuja arwah leluhur yang menyebabkan adanya akulturasi antara kebudayaan Hindu-Budha dengan kebudayaan asli (lokal).
Apabila unsur kebudayaan asli di suatu tempat kuat, unsur kebudayaan asli akan bertahan dan berpadu dengan kebudayaan hindu-Budha dan sebaliknya. Runtuhnya kerajaan Majapahit pada awal abad ke-16 menyebabkan kekuasaan Hindu-Budha lenyap di Nusantara,namun sampai zaman sekarang agama Hindu masih tetap ada seperti Hindu Bali yang juga disebut Hindu Dharma yang merupakan percampuran antara Animisme, Hindu dan Budha.
Menurut tradisi masuknya agama Hindu ke kepulauan Bali diduga terjadi sejak abad ke-7 dengan tibanya rombongan dari Jawa yang dipimpin oleh Markandeya, dalam proses akulturasi antara kebudayaan Bali asli dengan kebudayaan Hindu yang menyebabkan adanya aliran Hinduisme.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Pelajaran Sejarah - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -